Berita
Daftar Berita Baru Kami
Daftar Berita
Suksesi MPLS SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebuah tahap penting dalam kehidupan siswa baru SMP. Pada tahun ajaran 2023-2024 ini SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto akan memulai kegiatan MPLS dari tanggal 17-19 Juli 2023. MPLS merupakan momen yang penuh antusiasme dan peluang bagi siswa baru untuk menjelajahi dunia baru di sekolah mereka. Pada tulisan singkat ini akan dijelaskan pentingnya MPLS, kegiatan yang biasanya dilakukan selama MPLS, serta bagaimana siswa baru dapat memanfaatkan MPLS dengan baik untuk mengawali perjalanan mereka di SMP dengan sukses.
MPLS memainkan peran penting dalam membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Transisi dari SD ke SMP dapat menjadi tantangan bagi banyak siswa, dan MPLS hadir untuk mengurangi kecanggungan dan kekhawatiran mereka. Selain itu, MPLS memberikan kesempatan bagi siswa baru untuk memperkenalkan diri, berinteraksi dengan teman sekelas, dan mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang aturan, kegiatan, dan harapan di sekolah. Penelitian telah menunjukkan bahwa MPLS dapat membantu siswa baru merasa lebih nyaman dan terhubung dengan lingkungan sekolah mereka, serta meningkatkan motivasi mereka untuk belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.
Selama MPLS, siswa baru terlibat dalam berbagai kegiatan yang dirancang khusus untuk memperkenalkan mereka pada lingkungan sekolah. Acara penyambutan, orientasi sekolah, pengenalan fasilitas sekolah, serta sesi informasi tentang kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler adalah beberapa dari banyak kegiatan yang diadakan. Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kebersamaan, membantu siswa baru memahami tata tertib dan nilai-nilai sekolah, serta memperkenalkan mereka pada sumber daya dan dukungan yang tersedia di sekolah. Selain itu, terdapat juga aktivitas-aktivitas penyegaran seperti permainan, pementasan, dan proyek kelompok yang bertujuan untuk mempererat ikatan antara siswa baru dan siswa yang sudah ada.
Siswa baru dapat memanfaatkan MPLS dengan baik untuk memulai perjalanan mereka di SMP dengan sukses. Mereka dapat berinteraksi dengan teman sekelas, membangun hubungan sosial, dan memperluas jaringan pertemanan. MPLS juga memberikan kesempatan bagi siswa baru untuk mendapatkan informasi penting tentang dukungan akademik, fasilitas, dan sumber daya yang tersedia di sekolah. Siswa baru dapat bertanya kepada guru dan petugas sekolah, memanfaatkan sesi orientasi, serta terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler yang disediakan oleh sekolah. Dengan mengambil bagian secara aktif dalam MPLS, siswa baru dapat merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan sekolah sehari-hari, serta membangun fondasi yang kuat untuk sukses di SMP.
Sebagai kesimpulan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan tahap yang penting dalam kehidupan siswa baru SMP. Dengan adanya MPLS, siswa baru dapat mengenal lingkungan sekolah, membangun jaringan sosial, dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sekolah mereka. MPLS memberikan kesempatan bagi siswa baru untuk memulai perjalanan SMP mereka dengan keyakinan dan semangat yang tinggi. Mari kita sambut MPLS sebagai awal yang menyenangkan dalam petualangan baru di SMP!
20 Januari 2026PENGGUNAAN CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN YANG KREATIF DAN INOVATIF
Oleh:Kurnia Widiasih,S.Pd.I,Media pembelajaran adalah salah satu faktor penunjang keberhasilan pembelajaran disekolah. Salah satu media pembelajaran yang sedang menjadi trend pada masa sekarang ini adalah media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Canva.
Guru serta peserta didik dapat memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi salah satunya ialah aplikasi Canva. Canva merupakan aplikasi berbasis online dengan menyediakan desain menarik berupa template, fitu-fitur, dan kategori- kategori yang diberikan di dalamnya. Dengan desain yang beragam dan menarik, membuat proses pembelajaran menjadi tidak membosankan. Dengan menggunakan aplikasi Canva, guru dapat mengajarkan ilmu pengetahuan, kreativitas, serta keterampilan yang akan didapatkan untuk peserta didik, sehingga media ini juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai ranah kehidupan.
Dengan aplikasi canva guru dapat membuat Power point, poster, buletin,vidio pembelajaran maupun media lainnya yang dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.
Di SMP muhammadiyah 2 Purwokerto hampir semua guru sudah dapat membuat desain pembelajaran menggunakan aplikasi Canva, karena semua telah mengikuti pelatihan tentang aplikasi canva.
Semoga kedepan Kami bisa terus mengembangkan diri dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat menunjang keberhasilan pendidikan.
PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Salah satu model pembelajaran dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI) yang dapat digunakan untuk mendorong peserta didik aktif dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap pembelajaran PAI adalah model pembelajaran inquiry. Pada model inquiry learning proses perencanaan pembelajaran guru PAI tidak hanya mempersiapkan sejumlah materi yang harus dihafal, tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menemukan sendiri materi yang harus dipahami melalui proses berpikir secara sistematis.
Salah satu model pembelajaran dalam mata pelajaran pendidikan agama islam yang dapat digunakan untuk mendorong peserta didik aktif dan meningkatkan pemahaman mereka tergadap pembelajaran PAI adalah model pembelajaran inquiry. Pada model inquiry learning proses perencanaan pembelajaran guru PAI tidak hanya mempersiapkan sejumlah materi yang harus dihafal, tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menemukan sendiri materi yang harus dipahami melalui proses berpikir secara sistematis.
Tujuan pembelajaran model ini yaitu menyiapkan peserta didik agar mampu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan konsep-konsep yang telah mereka pelajari, sehingga memungkinkan mereka untuk berpikir dan bertindak secara ilmiah. Inquiri yang dalam bahasa inggris berarti pertanyaan, atau pemeriksaan, penyelidikan. Inquiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi. Model inquiry learning adalah model pembelajaran yang memberi kesempatan pada peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran melalui penyelidikan, sehingga melatih peserta didik untuk kreatif dan berpikir kritis untuk menemukan sendiri suatu pengetahuan.
Tujuan akhir dari model inquiry learning adalah peserta didik mampu menggunakan pengetahuannya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapinya berdasarkan fakta-fakta yang ada. Langkah-langkah model inquiry learning adalah sebagai berikut:
- Menjelaskan tujuan dan mempersiapkan peserta didik,
- Orientasi peserta didik pada masalah,
- Merumuskan hipotesis,
- Melakukan kegiatan penemuan,
- Mempresentasikan hasil kegiatan dan
- Mengevaluasi kegiatan penemuan
Ciri-ciri model Iqkuiri adalah menekankan pada aktivitas untuk mencari dan menemukan, aktivitas diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematik, logis, dan kritis. Model inquiry pastinya memiliki kelebihan dan kekuarangan.Kelebihan Metode Inquiri antara lain peserta didik didorong untuk “melakukan” bukan hanya “duduk, diam dan mendengarkan”, tema yang dipelajari tidak terbatas, bisa bersumber dari mana saja: buku pelajaran, pengalaman peserta didik/guru, internet, televisi, radio dan seterusnya, mereka belajar dengan mengarahkan seluruh potensi yang mereka miliki, mulai dari kreativitas hingga imajinasi.
Kelemahan metode inkuiri adalah sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan peserta didik, sulit dalam merencanakan pembelajaran, oleh karena terbentur dengan kebiasaan mereka belajar, memerlukan waktu yang panjang dalam implementasinya sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan, selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan peserta menguasai materi pembelajaran maka strategi ini tampaknya akan sulit di implementasikan.
Pengembangan potensi peserta didik melalui model ini dalam aktivitas pembelajarannya menekankan pada kesadaran bahwa peserta didik perlu belajar untuk mengaplikasikan pengetahuan, konsep, keterampilan. Pada pembelajaran PAI model ini dapat diterapkan pada hampir seluruh materi PAI terutama yang membutuhkan untuk penemuan sesuatu misalnya pada materi Al Quran yaitu menemukan contoh-contoh hukum bacaan sesuai materi yang diajarkan, materi fiqih misalnya penemuan tentang permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan solusinya secara fiqih, pada materi sejarah bisa menemukan kesimpulan atau suatu konsep, pada materi akhlak peserta didik dapat menemukan contoh suatu penerapan akhlak dalam kehidupan sehari-hari dan menyimpulkannya. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry learning dapat diterapkan dalam berbagai materi PAI.
20 Januari 2026Pendidikan Agama Islam Pada Kelas Inklusi
Oleh : Kurnia Widiasih,S.Pd.I
Pendidikan memegang peranan penting bagi Indonesia. Pendidikan yang baik akan memberikan pengaruh yang baik bagi generasi selanjutnya. Namun begitu pula sebaliknya, jika pendidikan tidak berkualitas maka tentunya generasi bangsa ini tidak akan berkualitas pula. Undang Undang No. 20 tahun 2003 menjelaskan tentang pengertian pendidikan, yaitu suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif agar peserta didik dapat aktif dalam pengembangan potensi diri yang dimiliki[1]. Keberhasilan tujuan pendidikan bergantung pada proses keterlaksanaan pembelajaran secara efektif. Pembelajaran merupakan suatu sistem atas proses membelajarkan, mendidik, dan merubah tingkah laku siswa menjadi lebih baik yang harus direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara sistematis agar siswa dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif . Pembelajaran merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan dengan sadar untuk membuat seseorang mempelajari suatu ilmu. Proses sadar mengandung maksud bahwa pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan dengan sengaja dan terencana untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pembelajaran sangat penting untuk mempersiapkan masa depan seseorang. Masa depan seorang anak (siswa) ditentukan oleh orang tuanya masing-masing. Orang tua dan guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendidik seorang anak, oleh karena itu anak harus dididik dengan baik dan benar . Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda. Kecerdasan ini dibagi menjadi kecerdasan kecerdasan verbal linguistik, kecerdasan matematik, kecerdasan spasial visual, kecerdasan musical, kecerdasan kinestetik jasmani, kecerdasan naturalis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan eksistensial, dan kecerdasan intrapersonal
Jika pada masa lalu memandang pendidikan berpusat pada hasil belajar, maka Gardener dalam bukunya menyebutkan bahwa setiap anak berhak mengembangkan pengetahuan sesuai kecerdasannya masing-masing, tidak ada anak yang tidak mampu karena setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda, begitu pula dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan pembelajaran yang dilakukan terhadap anak-anak yang memiliki kekurangan fisik dan mental dengan tujuan agar semua generasi bangsa Indonesia dapat memperoleh pendidikan yang sama dan mengembangkan potensi yang ada pada diri setiap siswa meskipun dengan beberapa kekurangan yang ada. Undang Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga negara yang dilindungi dan berhak untuk memperoleh pendidikan. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) termasuk warga negara yang dilindungi dan berhak untuk memperoleh pendidikan, baik di sekolah khusus atau di sekolah umum pada kelas inklusif bersama dengan anak-anak reguler lainnya. Kelas Inklusi merupakan layanan Pendidikan yang mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus belajar bersama dengan anak sebayanya di sekolah reguler. Sedangkan Pendidikan inklusi didefinisikan sebagai sebuah konsep yang menampung semua anak yang berkebutuhan khusus maupun anak yang kesulitan dalam belajar. Penafsiran tentang pendidikan inklusi sesungguhnya cukup beragam sesuai dengan sudut pandang pengkaji dalam menguraikan makna subtansial dari Pendidikan inklusi itu sendiri. Karena pendidikan inklusi sejatinya merupakan konsep pendidikan yang tidak membeda-bedakan latar belakang kehidupan anak karena keterbatasan fisik maupun mental. Tujuannya yaitu agar kelak di kehidupan nyata tidak adanya kesenjangan sosial antara masyarakat pada umumnya dengan seseorang yang memiliki kekurangan fisik dan mental. Pembelajaran kelas inklusi ini tetap dilaksanakan sesuai perencanaan yang ada pada kelas umum lainnya. Guru merupakan ujung tombak pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, seorang guru harus membuat perencanaan yang matang ketika memperoleh tanggung jawab terhadap kelas inklusi. Guru memang sudah seharusnya memfasilitasi untuk mengembangkan bakat dan potensi siswa, tidak hanya siswa reguler namun juga siswa yang berkebutuhan yang khusus. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada kelas Inklusi dikatakan masih baru dalam dunia pendidikan. Tidak semua lembaga pendidikan umum menerima siswa berkebutuhan khusus. Karena terbilang masih baru, tidak banyak guru yang dapat mendidik untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, dalam lingkup kehidupan bermasyarakat, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kelas inklusi ini sangat dibutuhkan. Alasannya khusus dibutuhkannya pembelajaran kelas inklusi ini adalah untuk mempersiapkan setiap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk dapat hidup berdampingan dengan lingkungan kehidupan bermasyarakat maupun pada lingkungan kerja kelak dengan menerapkan nilai-nilai syariat agama islam
20 Januari 2026Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Pada hari Rabu, tanggal 30 Juli 2025, telah dilaksanakan rapat koordinasi dan pendampingan bersama pengawas pembina, Ibu Dr. Nuri Widhia, M.Pd., Kons. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta para guru dari berbagai mata pelajaran. Rapat difokuskan pada penguatan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) di lingkungan SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto.
Dalam paparannya, Ibu Dr. Nuri Widhia menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, reflektif, kolaboratif, dan kreatif. Model pembelajaran ini juga diarahkan untuk membentuk karakter dan keterampilan abad 21 pada peserta didik, sesuai dengan kurikulum merdeka yang saat ini diterapkan.
Beberapa poin penting hasil diskusi dan arahan dalam rapat tersebut antara lain:
-
Guru perlu merancang pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) untuk mendorong peserta didik aktif mencari solusi atas permasalahan nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
-
Refleksi pembelajaran menjadi elemen penting dalam menilai pemahaman mendalam siswa terhadap materi, tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga sikap dan keterampilan.
-
Pentingnya kolaborasi antar guru dalam menyusun asesmen dan proyek pembelajaran lintas mata pelajaran.
-
Pendekatan diferensiasi harus terus diterapkan agar pembelajaran lebih bermakna dan inklusif, menyesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan kesiapan siswa.
-
Penerapan literasi dan numerasi kontekstual menjadi bagian integral dalam pembelajaran mendalam di seluruh mata pelajaran.
Ibu Nuri juga mendorong agar sekolah terus membangun budaya belajar yang aktif dan reflektif, serta memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya, bereksplorasi, dan berinovasi. Selain itu, beliau mengapresiasi upaya guru-guru SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto yang telah mulai menerapkan pembelajaran bermakna dalam beberapa mata pelajaran, serta mendorong adanya dokumentasi praktik baik untuk disebarluaskan.
Rapat ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) berupa workshop pengembangan RPP berdiferensiasi dan reflektif, serta simulasi pembelajaran mendalam oleh guru model pada awal Agustus 2025.
20 Januari 2026MPLS RAMAH
SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto kembali menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama Llima hari, mulai tanggal 14 hingga 18 Juli 2025, dengan mengusung konsep "MPLS Ramah, Ceria, dan Inspiratif".
Tujuan utama kegiatan MPLS ini adalah untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, budaya belajar, serta membangun karakter dan semangat kebersamaan bagi peserta didik baru. Sebagai sekolah yang mengedepankan nilai-nilai Islami dan inklusif, seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan pendekatan edukatif, menyenangkan, dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun.
Kegiatan Seru dan Bermakna
Selama MPLS, para siswa mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti:
-
Pengenalan profil sekolah, guru, dan tenaga kependidikan
-
Pengenalan kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler
-
Pemahaman tata tertib dan budaya sekolah
-
Permainan kekompakan
-
Ta’aruf dan pembinaan karakter Islami
-
Motivasi belajar dan semangat meraih prestasi
Kegiatan ini dipandu oleh para guru, kakak OSIS, dan panitia yang selalu menjaga suasana positif dan ramah. Para siswa baru pun tampak antusias dan cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Komitmen Sekolah Ramah Anak
SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto berkomitmen mewujudkan sekolah yang ramah anak dengan menjunjung tinggi hak-hak siswa untuk belajar dalam suasana aman, nyaman, dan menyenangkan. Seluruh pelaksanaan MPLS mengacu pada prinsip perlindungan anak, tanpa adanya tindakan perundungan, perploncoan, atau kekerasan.
Dengan berakhirnya MPLS, diharapkan peserta didik baru semakin siap menempuh perjalanan belajar yang menyenangkan dan penuh makna di SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto.
Selamat datang dan selamat bergabung! Bersama kita tumbuh, belajar, dan berprestasi.
20 Januari 2026Menjelajahi Kompetensi Guru dalam Dimensi Pedagogik, Professional, Kepribadian, dan Sosial
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggali lebih dalam tentang empat kompetensi guru yang menjadi landasan penting dalam mencapai keunggulan dalam dunia pendidikan. Kompetensi pedagogik, professional, kepribadian, dan sosial merupakan pilar utama dalam membangun guru yang berkualitas dan efektif. Artikel ini akan membahas secara terperinci masing-masing kompetensi, menghubungkannya dengan teori dan penelitian terkait, serta memberikan implikasi praktis dalam pengembangan profesionalisme guru.
-
Kompetensi Pedagogik: Kompetensi pedagogik mengacu pada kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang kuat mampu menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang efektif, serta mampu mengevaluasi dan memodifikasi proses pembelajaran sesuai dengan perkembangan siswa. (Darling-Hammond, 2017).
-
Kompetensi Professional: Kompetensi professional mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan oleh seorang guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Ini meliputi pengetahuan mendalam tentang materi pelajaran, pemahaman terhadap prinsip-prinsip pendidikan, serta kemampuan dalam menerapkan penilaian dan pembelajaran yang relevan. Guru yang memiliki kompetensi professional yang tinggi mampu menjadi pemimpin dalam mengembangkan dan mempraktikkan metode pengajaran terbaik. (Ingersoll & Strong, 2011).
-
Kompetensi Kepribadian: Kompetensi kepribadian melibatkan aspek moral, etika, dan sikap yang dimiliki oleh seorang guru. Guru yang memiliki kompetensi kepribadian yang baik mampu menunjukkan integritas, empati, kesabaran, dan sikap profesionalisme dalam berinteraksi dengan siswa, orang tua, dan rekan kerja. Mereka juga menjadi panutan bagi siswa dalam membentuk karakter yang baik. (Day, 2017).
-
Kompetensi Sosial: Kompetensi sosial mengacu pada kemampuan guru dalam berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan pendidikan, termasuk siswa, orang tua, rekan kerja, dan masyarakat. Guru yang memiliki kompetensi sosial yang baik mampu membangun hubungan yang positif dan saling mendukung dengan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Mereka juga mampu bekerja dalam tim dan berkolaborasi dengan rekan kerja untuk mencapai tujuan bersama. (Bryk & Schneider, 2002).
Kesimpulan: Keberhasilan guru dalam mencapai keunggulan dalam pendidikan sangat bergantung pada pengembangan kompetensi pedagogik, professional, kepribadian, dan sosial. Keempat kompetensi ini saling terkait dan saling mempengaruhi dalam membangun guru yang berkualitas dan efektif. Dalam mengembangkan kompetensi ini, pendidikan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan sangat penting. Upaya kolaboratif antara lembaga pendidikan, guru, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan kompetensi guru. Dengan guru yang memiliki kompetensi yang kuat dalam keempat dimensi ini, kita dapat mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik dan membantu siswa meraih potensi terbaik mereka.
Referensi: Bryk, A. S., & Schneider, B. (2002). Trust in schools: A core resource for school reform. Educational leadership, 60(6), 40-45.
Darling-Hammond, L. (2017). Teacher education around the world: What can we learn from international practice? European Journal of Teacher Education, 40(3), 291-309.
Day, C. (2017). Teachers' professional identities: Evolution, embodiment, and conflict. New York: Routledge.
Ingersoll, R. M., & Strong, M. (2011). The impact of induction and mentoring programs for beginning teachers: A critical review of the research. Review of Educational Research, 81(2), 201-233.
20 Januari 2026Mengajarkan Shalat Kepada Anak Usia Dini
Oleh : Kurnia Widiasih,S.Pd.I
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membiasakan anak menjadikan shalat sebagai bagian dari aktivitas setiap hari dan tidak harus selalu disuruh. Cara-cara ini sudah terbukti ampuh tanpa harus mendikte dan memarahi.
1. Memperkenalkan Anak Tentang Allah dan Rasulnya
Sebelum mulai mengajarkan dan membiasakan anak sholat sejak dini, hal paling utama yang harus dilakukan adalah memperkenalkan mereka tentang Islam, Allah, dan Rasulullah. Tentunya dengan cara yang mudah dipahami anak sesuai usia mereka Misalnya untuk anak batita diajarkan lewat lagu atau dongeng sebelum tidur yang menjelaskan tentang keesaan Allah dan kisah para nabi. Dimana poin tentang sholat juga masuk dalam poin belajar sambil bercerita tersebut. Memanfaatkan media sosial dan internet juga dapat dilakukan sebagai upaya untuk membuat anak kenal siapa penciptanya dan bagaimana harus bersyukur dan beriman. Tapi, tentu harus pandai mencarisumber informasi yang benar.
2. Memberi Pemahaman tentang Ibadah
Memberikan penjelasan yang tepat kepada anak tentang pentingnya ibadah bisa dilakukan dengan cara yang mudah dipahami. Apalagi ketika ingin si kecil sudah mulai terbiasa sholat sejak dini tanpa harus disuruh-suruh apalagi dimarahi.Cara yang paling tepat adalah menjelaskan tentang ibadah sesuai kalimat yang mudah mereka pahami di usia masing-masing
3. Menjadi Role Model
Cara selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menjadi contoh atau role model bagi buah hati tercinta dalam masalah beribadah. Sebelum meminta anak belajar dan terbiasa sholat lima waktu setiap hari, orang tua harus sudah lebih dulu sholat lima waktu. Biarkan anak melihat orang tua sholat setiap waktu. Pada anak balita, mereka akan melihat dan mulai mencoba sendiri. Lalu akan menjadi terbiasa melihat dan menirukan gerakan shalat. Meskipun untuk mempelajari secara mendalam soal bacaan dan lainnya dilakukan setelah mereka berusia cukup. Seperti dijelaskan dalam salah satu hadits shahih tentang sabda Rasulullah untuk memerintahkan para anak-anak shalat ketika memasuki usia tujuh tahun. Sedangkan ketika sudah di usia 10 tahun, pukul jika melalaikan shalat. Sebagai contoh, saat adzan subuh orang tua sudah bangun dan langsung mengambil wudhu untuk menyegerakan shalat subuh. Biarkan anak melihatnya dan mereka mencerna sendiri bahwa sholat itu sebuah kewajiban dan tidak bisa ditinggalkan padahal dalam kondisi masih mengantuk
4.Ajak Sholat Berjamaah
Setelah melalui tiga cara membiasakan anak sholat sejak dini di atas, bisa dilanjutkan dengan mengajak anak untuk mulai sholat. Awali dengan mengajak sholat berjamaah dengan orang tua sebagai imamnya. Biarkan mereka mengikuti gerakan sholat yang benar, mendengar setiap bacaan sholat sampai mereka mampu melakukan setiap gerakan itu sendiri. Shalat berjamaah ini bisa dimulai sejak anak masih berusia batita, hitung-hitung sebagai perkenalan awal sebelum memberikan pemahaman lebih lanjut.
5.Punish and Reward
Setelah menerapkan semua cara membiasakan anak sholat sejak dini sebelumnya, saatnya untuk menerapkan punish and reward seperti sudah ditegaskan di dalam salah satu hadits shahih. Dimana ketika anak sudah memasuki usia 10 tahun boleh dipukul kalau tidak melaksanakan sholat. Soal hukuman, bisa disesuaikan dengan usia anak. Dulu memang kebanyakan orang tua mendidik dengan keras dan memberikan hukuman tegas seperti memukul dengan menggunakan sapu lidi. Kalau sekarang pilihlah hukuman yang akan membuat anak sadar tentang kesalahannya melalaikan sholat. Misalnya hukuman berdiri di pojok ruangan dan memberikan mereka waktu berpikir tentang kesalahannya. Bisa juga dengan memukul namun tidak sampai membuat cedera, seperti mengangkat tangan tidak terlalu tinggi sebelum memukul anak supaya efeknya tidak terlalu sakit di tubuh anak. Kemudian pukul di area yang tidak akan menyebabkan luka lebam dan malah menimbulkan trauma. Sedangkan untuk rewards dapat pula diberikan namun tidak melulu berupa benda apalagi uang. Orang tua bisa mengapresiasi anak lewat pujian dan pelukan hangat supaya mereka merasa nyaman dan lebih semangat untuk sholat.
6. Buat Cerita di Tempat Tidur
Untuk para orang tua, ubah cara kalian yang biasanya membaca cerita sebelum tidur, sekarang cobalah dengan berlatih sholat. Pada umumnya, anak menyukai cerita dengan beberapa sosok yang mereka bayangkan menjadi mereka di dalam cerita tersebut. Dengan begitu, orang tua dapat membuat beberapa cara lain agar karakter utama selalu melakukansholat apapun yang terjadi. Pada tahap ini, orang tua sudah melakukan perbuatan baik kepada anak-anaknya untuk menjadikan ibadah hanya kepada Allah SWT.
7. Buatlah Pujian Sederhana
Setelah anak kalian mau melakukan sholat, pujilah mereka dengan benar. Jangan berlebihan, agar mereka mengerti kewajiban utama mereka hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Namun, itu adalah salah satu tanggung jawab orang tua untuk mengajarkan anak sholat. Sebagai anak, mereka tidak bisa memilih tipe orang tua sehingga mereka perlu diajarkan dengan benar tentang sholat dan agama Islam.
20 Januari 2026Melatih Kemampuan Bernalar Sejak Usia Dini
Pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, penting untuk memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan penalaran mereka. Melatih penalaran sejak usia dini dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan berpikir rasional yang esensial dalam menghadapi tantangan hidup di masa depan. Dalam artikel ini, kami akan membahas mengapa melatih penalaran sejak usia dini penting dan menyajikan strategi yang efektif dalam pendidikan anak yang dapat digunakan untuk membantu membangun kemampuan berpikir rasional pada anak-anak.
Melatih penalaran sejak usia dini memiliki sejumlah manfaat penting. Pertama, kemampuan berpikir rasional membantu anak-anak untuk mengembangkan keterampilan analitis yang diperlukan dalam memecahkan masalah kompleks. Dengan penalaran yang baik, mereka dapat memahami masalah, mengidentifikasi alternatif solusi, dan memilih tindakan terbaik. Kedua, melatih penalaran sejak dini membantu anak-anak mengembangkan kemampuan logis dan kritis, sehingga mereka mampu mengevaluasi informasi dengan akurat dan mengambil keputusan yang tepat. Ketiga, penalaran yang kuat juga memungkinkan anak-anak untuk mengembangkan daya ingat yang lebih baik dan meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami dan mengingat informasi.
Strategi Melatih Penalaran Sejak Usia Dini:
-
Mendorong pertanyaan dan eksplorasi: Mendorong anak-anak untuk bertanya dan menjawab pertanyaan membantu mereka melatih keterampilan berpikir kritis. Orang tua dan guru dapat memberikan dukungan dalam menjawab pertanyaan anak-anak dan mendorong mereka untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut.
-
Bermain permainan strategi: Permainan strategi seperti catur, sudoku, atau teka-teki logika dapat merangsang penalaran anak-anak. Melalui permainan ini, anak-anak belajar merencanakan langkah, memprediksi konsekuensi, dan mengevaluasi pilihan mereka.
-
Membaca dan menceritakan cerita: Membaca cerita dan menceritakan dongeng yang melibatkan teka-teki atau permasalahan kompleks membangun kemampuan berpikir anak-anak. Ini mendorong mereka untuk menganalisis situasi, memecahkan masalah, dan memperluas pengetahuan mereka.
-
Penggunaan metode pemecahan masalah: Mengajarkan metode pemecahan masalah seperti P-Q-R (Problem, Question, Reasoning) atau S-O-S (State the problem, Options for solving, Select the best) membantu anak-anak mengembangkan pola berpikir yang sistematis dan logis.
Sebagai kesimpulan melatih penalaran sejak usia dini adalah kunci untuk membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir rasional yang penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan menggunakan strategi yang tepat, seperti mendorong pertanyaan dan eksplorasi, bermain permainan strategi, membaca dan menceritakan cerita, serta penggunaan metode pemecahan masalah, kita dapat membantu anak-anak membangun keterampilan berpikir kritis dan logis yang kuat. Dengan demikian, mereka akan siap menghadapi dunia yang kompleks dan menjadi individu yang lebih berkembang dalam kehidupan mereka.
Referensi:
Dweck, C. S. (2006). Mindset: The new psychology of success. Ballantine Books.
Gopnik, A., Meltzoff, A. N., & Kuhl, P. K. (1999). The scientist in the crib: Minds, brains, and how children learn. William Morrow Paperbacks.
National Research Council. (2012). Education for life and work: Developing transferable knowledge and skills in the 21st century. The National Academies Press.
Sternberg, R. J. (2003). Wisdom, intelligence, and creativity synthesized. Cambridge University Press.
Sternberg, R. J., & Grigorenko, E. L. (Eds.). (2004). Intelligence, heredity, and environment. Cambridge University Press.
20 Januari 2026